Mengapa Orang Suka Membangun Personal Branding dari Game Online?

Setiap manusia punya keinginan untuk tahu lebih lagi tentang dirinya, sifatnya, keberuntungannya, teman masa depannya, rumah dan mobil masa depan, bahkan rejeki dan apa yang mengejutkan nanti. Mencari tahu siapa diri rupanya selalu begitu mudah menyeret orang pada rasa ingin tahu lebih dalam lagi.

Dalam bahasa keseharian sebenarnya orang tidak hanya kepo  tentang orang lain, tetapi juga bisa begitu kepo tentang dirinya sendiri. Nah, dalam kaitan dengan rasa ingin tahu tentang diri sendiri itu, rupanya Bam telah menawarkan solusi yang sungguh menghibur. Bam dijadikan sebagai contoh dari beberapa game online lainnya.

Apa sih Bam itu?

Bam adalah sebuah Apps, yang disediakan untuk keperluan mencari jawaban atas berbagai macam pertanyaan tentang diri sendiri. Aplikasi ini membutuhkan koneksi dengan Facebook dan terhubung melalui program messenger. 

Fasilitas Bam juga adalah sejenis game online yang bisa menciptakan ketidakpuasan pemakai hanya dengan sekali bermain. 

Beberapa model pertanyaan yang disediakan Bam sebagai berikut:

1. Apa rencana Tuhan untuk Anda di 2020/2021?
2. Apa yang akan terjadi dalam hidupmu di bulan Juli?

3. Pilih bulan lahir untuk melihat tipemu sebagai individu

4. Karier apa yang cocok untuk tipe wajah kamu?

5. Apakah kamu pemalas atau gila kerja? Ketuk jari kakimu untuk mencari tahu!

Lima pertanyaan dan permintaan ini hanya merupakan contoh dari sekian banyak bagi pertanyaan yang disediakan Bam. Pada awalnya  orang hanya diminta untuk "mainkan sekarang"

Setelah orang menekan tombol mainkan sekarang, otomatis diminta mau dibuka melalui apa? Ada tiga tawaran di sana, ada Facebook, Chrome dan Browser.

Selanjutnya akan secara otomatis diminta untuk membuat pilihan entah menentukan bulan atau jenis apa yang disukai. Selanjutnya orang akan bisa dengan segera melihat dan membaca hasil pencarian otomatis itu.


Dalam ulasan ini saya menggunakan sebuah contoh dengan mengklik pertanyaan siapa nama panggilanmu sebagai ksatria tangguh? Ini jawabannya:

Innocentius artinya: Kebenaran hidup. Hidup tidak selalu sempurna, tapi kamu selalu mengatasi saat-saat terburuk dengan sikap terbaik. kamu tetap kuat dan berpendirian teguh, fokus dalam meraih mimpi dan ambisi. Tidak ada yang boleh menghalangi jalanmu! 

Tulisan ini tidak bermaksud mempromosikan game online seperti: Bam, OMG, Jump jumpy, Wow, Aha, Pop Stone, Nametests, Quiz Planet dan lain sebagainya, tetapi ingin menyoroti aspek pengaruhnya bagi psikis dan kepribadian manusia.

Pertanyaannya, sejauh mana kebenaran dari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan melalui fasilitas game online itu untuk setiap orang? Bagi yang pernah mencobanya, tentu sulit juga untuk mengatakan tidak benar. 

Atau sekurang-kurangnya saya belum pernah lihat bahwa ada orang yang protes dengan hasil yang ditunjukkan game itu. Umumnya orang begitu bangga dengan hasil itu bahkan merasa seakan-akan dia benar seperti itu. Hahaha lucu bukan?

Semua game online itu tampaknya luar biasa mendesain pertanyaan-pertanyaan yang begitu menarik hingga membuat orang penasaran dan ingin tahu tentang siapa dirinya.

Bahkan Gaming  itu menyiapkan jawaban-jawaban bijak yang bisa sangat menggiurkan seseorang hingga merasa tidak cukup dengan menemukan satu jawaban tentang dirinya.

Mengapa orang suka mencari rahasia tentang dirinya pada fasilitas Gaming? Apakah seseorang tidak cukup mengenal dirinya sendiri? Ataukah ada hal lain yang dicari manusia saat ini?

Berikut ini 5 asumsi yang menjelaskan mengapa orang mencari rahasia tentang diri sendiri pada game online "Gaming":

1. Ruang refleksi untuk menemukan diri dalam keluarga itu terlalu sedikit atau bahkan tidak ada

Asumsi seperti perlu dikaji lebih jauh lagi bahwa dalam keluarga terlalu sedikit atau bahkan tidak ada ruang untuk menemukan diri.  Ruang untuk menemukan diri itu tidak terkait dengan ruang dialog dan ruang hening dalam keluarga. 


Dialog yang akrab dalam keluarga bisa membangkitkan rasa percaya satu dengan yang lainnya atau ayah dan anak, atau ibu dan anak atau juga ayah dan ibu. 

Idealnya seperti itu, namun kenyataan keluarga modern dewasa ini rupanya mereka tidak punya banyak waktu untuk bersama di rumah, lalu kapan harus punya waktu untuk dialog dan hening bersama selain jam tidur.

Mungkin perlu disadari bahwa semakin banyak manusia dewasa ini tidak punya banyak waktu untuk dialog dengan sesamanya, tetapi ia selalu punya waktu untuk berdialog dengan fasilitas online seperti aneka game itu.

Jika kenyataan seperti itu benar adanya, maka dapat disinyalir bahwa kecenderungan manusia modern adalah menjauhkan dirinya dari sesama, tetapi mendekatkan dirinya dengan teknologi  game online atau Gaming. Mengapa demikian?

Alasannya bisa saja sangat sederhana, karena sesamanya tidak punya waktu, sedangkan game itu selalu siap kapan saja dan di mana saja, bahkan tidak pernah mencela manusia. Di sana hanya ada pujian dan sanjungan bahwa anda adalah orang hebat yang punya kepribadian luar biasa.

Hal yang perlu diwaspadai adalah game online itu bisa menjauhkan anda untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.

2. Ruang pengakuan tentang identitas dan kepribadian seseorang sedang dicari dan dibutuhkan

Asumsi kedua ini berawal dari pengamatan sederhana pada beberapa orang yang saya kenal, sekurang-kurangnya teman Facebook. 

ereka umumnya orang sibuk, punya banyak teman, namun kalangan pertemanan mereka adalah orang-orang yang sebenarnya punya tipe sama, namun mereka punya kesulitan yang sama, yang tidak pernah didiskusikan.

Sama ingin dipuji dan diakui, namun tidak pernah sanggup saling mengakui. Pertemanan dalam lingkaran seperti itu menyisakan kerinduan dan kehausan yang sama tentang pengakuan.

Dalam keadaan seperti itulah, makanya tidak heran game online itu menjadi semacam jawabannya. Orang mencari pengakuan melalui sarana tertentu yang tetap dianggapnya sebagai pengakuan eksternal.

Pengakuan dari luar memang semakin dicari manusia dewasa ini. Bisa jadi pengakuan itu adalah bagian dari personal branding. Personal branding tidak hanya dibangun dari karya-karya, tetapi juga dari hasil tertulis dari luar diri sendiri.

Seberapa layak pengakuan dari game online itu tergantung dari seberapa kata-kata itu telah menjadi kenyataan. Nah, pada titik ini personal branding itu berkaitan juga dengan kejujuran diri sendiri, apakah jawaban dari game itu benar sesuai kenyataan atau tidak.

3. Desain jawaban dan kata-kata positif game online jauh lebih menarik dan ramah daripada tulisan langsung manusia

Tidak jarang orang jumpai dalam kehidupan sehari-hari bahasa komunikasi yang tidak menunjukkan bahaya yang layak. Umumnya orang menaruh rasa hormat hanya karena sudah tahu siapa orang yang kita hadapi.

Tentu berbeda lagi, dalam konteks bahasa tulisan dalam surat online seperti email, sapaan standar mesti tetap dipakai kepada semua orang.

Nah, kelemahan manusia adalah selalu tergantung pada emosi dan situasi kerja. Kadang orang membela diri, oleh karena terlalu sibuk, maka dalam email dijawab seperti itu.

Berbeda jauh sekali dengan game online, sibuk bagaimanapun dan dalam keadaan apa pun kata-katanya selalu menarik dan menaruh hormat yang luar biasa.

Secara tidak langsung desain program game online itu telah menawarkan model jawaban yang menarik manusia untuk lebih mengagumi game online seperti Bam dan lain sebagainya daripada cara manusia yang sering tidak beretika. 

Orang seperti dibawa kepada suatu suasana di mana ia menemukan personal brandingnya, meskipun bisa saja tidak semuanya benar atau tidak semuanya salah. Nah, kadang-kadang saya berpikir bahwa manusia kalah saing dengan program game online itu. Manusia kalah ramah, kalah bijak. 

Hal ini saya angkat tidak bermaksud untuk meremehkan manusia, tetapi lebih merupakan sorotan kritik pada manusia modern yang cenderung tidak peduli dan bijak yang disertai dengan tata krama dan adat istiadat, bahkan budaya dan kebiasaan baik yang ada.

4. Manusia itu semakin disadari sebagai makhluk yang penuh rahasia

Sisi lain dari fenomena meningkatnya minat pemakai media sosial terhadap game online untuk mencari tahu siapa diri mereka sebetulnya berhubungan erat dengan kenyataan lain bahwa manusia itu adalah makhluk yang penuh rahasia.

Setiap orang mestinya tahu siapa dirinya, namun tidak jarang orang merasa tetap ada jarak antara dirinya dan apa yang ia tahu tentang diri dan kepribadiannya, apalagi tentang apa yang akan terjadi atas dirinya.

Jarak antara diri dan pengetahuan tentang diri itulah yang dibutuhkan manusia dewasa ini. Rupanya game online itu telah menjadi jembatan yang memberikan kemungkinan kepada manusia untuk semakin mengenal dirinya.

Apakah hal seperti itu baik atau tidak baik? Itu soal lain lagi, tetapi bahwa ada kecenderungan bahwa orang mencari sesuatu di luar diri yang bisa memperlihatkan siapa dirinya secara baik dan memuaskan.

Kerinduan inilah yang sangat positif, sekaligus menjadi tantangan dan pekerjaan rumah semua orang, bagaimana melayani kebutuhan manusia modern ini.

5. Derajat kepercayaan pada yang irasional meningkat oleh karena manipulasi game online

Ziarah panjang manusia mencari jawaban atas kerinduan yang tidak tercapai itu pada tingkat tertentu bisa menjadi sangat irasional. Saya jadi ingat suatu saat saya diajak untuk pergi ke gunung Kawi di Jawa Timur.

Pada dasarnya saya tidak mengenal istilah dalam bahasa Jawa seperti pesugihan dan lain sebagainya. Teman-teman perjalanan cuma menjelaskan sepotong-sepotong terkait gunung Kawi.

Kata mereka bahwa di sana orang berdoa dan memohon sambil mengadu nasib, jika bernasib baik, maka bisa sekembali dari gunung Kawi menjadi orang kaya.

Apalagi jika waktu di gunung Kawi memeroleh tanda-tanda khusus atau bisa mendapatkan biji pohon istimewa di sana. Tidak bisa dibayangkan bahwa ada begitu banyak orang yang duduk meratap, berdoa dan menunggu nasib di sana.

Nah, orang lebih memilih menunggu di bawah pohon tanpa bekerja dengan khayalan menjadi orang kaya raya, daripada bekerja di kebun mereka. Masuk akal sehat gak? 

Saat ini, saya kira oleh karena perkembangan teknologi komunikasi, game online yang menyediakan fasilitas ramalan online itu akan menjadi laris diminati.

Sebagai contoh Bam App-seite disukai oleh 256.071 orang. Coba bayangkan sejumlah itu. Logisnya adalah orang mengklik suka karena orang pernah mencoba game online itu. 

Mungkinkah kalau dikatakan bahwa ternyata ada 256.071 yang percaya begitu saja oleh karena manipulasi game online itu? Atau bisa saja menjadi suatu fenomena yang perlu dikaji lebih lanjut: 
Bagaimana cara kita saat ini untuk bersaing dengan peran game online dalam memberikan jawaban atas kerinduan terdalam dari 256.071 orang itu?

Saya akhirnya berpikir seperti ini, ternyata ketika dunia semakin modern, manusia itu sendiri semakin sulit melayani manusia lainnya. Sebagai akibatnya, manusia semakin dilayani dan dimanjakan oleh teknologi.

Teknologi secara khusus game online Bam misalnya telah mengambil peran dari biro konsultasi yang sunyi dan paling damai. Inilah tantangan saat ini. 

Semakin banyak manusia yang tidak damai dengan sesama dan bahkan dengan dirinya sendiri (unzufrieden), semakin mudah pula manusia bergantung pada game online.

Demikian ulasan tentang 5 alasan mengapa orang suka membangun personal branding dari game online "Gaming." Ulasan ini merupakan analisis pribadi yang tetap terbuka pada sudut pandang lain. Pada prinsipnya manusia tidak boleh menjadi hamba teknologi atau dikendalikan oleh teknologi, apalagi terkait citra dirinya. 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Info RTP Situs Slot Online

Update RTP Slot Online

superwd77

superwd77

situs gacor bradertotojos

situs gacor bradertotocom

situs gacor bradertotocom

bradertoto