
Portal Berita Game Terbaru
Saat ini peminat game online tersebar luas di Indonesia. Di era digital, game berkembang dengan sangat cepat. Game online saat ini menjadi produk paling populer di kalangan remaja. Game online dimaksudkan untuk hiburan, akan tetapi seringkali game online dimainkan secara berlebihan dan digunakan sebagai pelarian dari kenyataan, yang menyebabkan kecanduan. Hal ini berdampak negatif terhadap berbagai aspek kehidupan kaum muda.
Menurut WHO, kecanduan game online termasuk dalam kategori gangguan mental baru yang disebut Gaming Disorder (GD). Gangguan permainan diusulkan di bawah kategori besar penyalahgunaan zat atau perilaku adiktif. Efek nya hampir sama dengan kecanduan obat-obatan terlarang atau alkohol. Kecanduan game online sering ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengendalikan keinginan untuk bermain game, membuatnya sulit atau tidak mungkin untuk menghentikan perilaku tersebut meskipun semua cara telah digunakan.
Masa-masa ketidakstabilan membuat kaum muda cenderung mudah mencoba hal-hal baru (Jordan & Andersen, 2016). Remaja yang kecanduan game online cenderung kurang tertarik dengan aktivitas lain dan merasa tidak nyaman ketika tidak bisa bermain game online (Jannah, Mudjiran, & Nirwana, 2015). Satu dari sepuluh remaja di Indonesia dikatakan mengalami kecanduan game online. Fenomena game online semakin meningkat dan memprihatinkan karena banyak anak muda yang kecanduan game online. Dampak kecanduan game internet meliputi enam aspek, antara lain kesehatan, psikologis, akademik, sosial, keagamaan dan finansial. Oleh karena itu, game online sebagai salah satu bentuk perkembangan teknologi harus disikapi secara hati-hati agar tidak berdampak buruk bagi generasi muda. Untuk itu, perlu dilakukan tindakan pencegahan untuk menghindari kecanduan game online.
Mayoritas berpandangan bahwa game online dianggap hanya memberikan dampak negatif, nyatanya game online juga memberikan dampak positif seperti:
•E-sport
Kini gane online telah ditetapkan sebagai salah satu olahraga dan banyak lompetisi yang telah silenggarakan, cabang olahraga ini dinamakan e-sport. E-sport juga memiliki cabang olahraga seperti Mobile Legends, Free Fire, Clash of Clans dll.
•Melatih Otak
Game online juga membantu remaja dalam melatih otak, dikarenakan game online membutuhkan strategi, kreativitas dan solusi yang dapat melatih keterampilan otak.
•Kerja Sama
Kerja sama tim, komunikasi, dan koordinasi sangat dibutuhkan dalam permainan tim, sehingga ini bisa meningkatkan kerja sama untuk meraih kemenangan.
•Kerja Sama
Kerja sama tim, komunikasi, dan koordinasi sangat dibutuhkan dalam permainan tim, sehingga ini bisa meningkatkan kerja sama untuk meraih kemenangan.
Dampak negatif kecanduan online game mengarah pada masalah mental emosional dan bisa menyebabkan distorsi waktu, hiperaktif, kurang fokus, adanya kekerasan, emosi negatif, dan perilaku agresif. Adiksi online game juga berdampak pada identitas diri remaja. Seperti salience (berpikir game online sepanjang hari) dapat menimbulkan bergesernya identitas diri sebagai remaja serta dapat menimbulkan kemalasan dalam belajar. Penggemar game online mempunyai komunitas online yang menimbulkan pengaruh pada perilaku remaja. Para gamer yang teradiksi online game berpengaruh pada perilaku yang negatif.
•Dampak Akademik
Adiksi online game menyebabkan remaja membolos dan menghabiskan waktu di depan computer dari pada buku, sehingga menurunnya prestasi belajar remaja. Anak yang sudah kecanduan online game akan menurunkan motivasi belajarnya sehingga menyebabkan penurunan prestasi belajarnya. Seseorang yang sudah kecanduan game online membutuhkan penanganan khusus.
•Dampak Hubungan Sosial
Remaja yang mengalami adiksi online game mengalami
penyesuaian sosial yang buruk. Adiksi ini berdampak pada hubungan social remaja. Indikator interaksi sosial yang paling berpengaruh yaitu akomodasi, artinya jika intensitas bermain game online pada remaja tinggi akan membuat remaja mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri di kehidupannya. Para remaja yang kecanduan game online sering mengalami menyendiri dari pada bersosialisasi dengan orang lain. Ini yang dimaksud dengan menurunnya kecerdasan sosial.
•Dampak Keagamaan
Ketika remaja kecanduan game online banyak dari mereka yang seolah-olah melupakan Tuhannya karena banyak waktu dihabiskan hanya untuk bermain game dan sudah tidak ada lagi waktu untuk sembahyang, berdoa, dan mengingat Tuhan. Sehingga ini menimbulkan seseorang jauh dari agama.
•Dampak Keuangan
Dampak adiksi online game adalah perilaku konsumtif ketika Remaja tidak dapat menggunakan uang dan hanya dihabiskan untuk bermain online game. Remaja yang kecanduan online game akan menghabiskan uang yang dimilikinya hanya untuk membeli atribut-atribut yang ada di online game dan apabila keuangan mereka sudah habis, yang ditakutkan mereka akan menghalalkan segala cara untuk tetap dapat bermain online game.