
Portal Berita Game Terbaru
Pada saat saya menyusun artikel ini, saya tengah berada di sebuah kedai kopi di pusat kota. Di hadapan saya terdapat tujuh remaja yang begitu terfokus pada permainan daring melalui perangkat smartphone mereka. Tiga di antaranya juga tampak mengeluarkan kepulan asap yang menjulang ke udara. Rokok dan permainan online merupakan dua aktivitas yang kerap menghabiskan waktu. Hanya para perokok yang dapat mengartikulasikan esensi dari kenikmatan merokok. Saya ingin mencatat pengaruh permainan daring terhadap remaja. Pemandangan serupa dengan hari ini sering saya saksikan di banyak warung kopi. Waktu yang dihabiskan oleh kaum remaja dapat berlangsung berjam-jam tanpa terasa sebagai beban yang signifikan. Merokok di berbagai lokasi tampaknya telah berevolusi menjadi suatu ritual. Dari satu meja ke meja lainnya, saat ini, di tempat saya menikmati sepiring mie, terdapat tidak kurang dari sepuluh individu perokok dengan kategori usia remaja yang terus-menerus mengeluarkan asap. Permainan daring dan Produktivitas
Remaja yang berada di jenjang pendidikan menengah atau mereka yang baru memasuki perguruan tinggi cenderung menghabiskan waktu untuk mengakses permainan daring. Waktu yang berharga terbuang sia-sia pada aktivitas yang sejatinya kurang signifikan.
Akibatnya, tingkat produktivitas mereka mengalami penurunan yang signifikan dari potensi yang seharusnya dimiliki. Serupa dengan rokok yang nampak menawarkan kenikmatan, dampak dari kebiasaan mengakses permainan daring menciptakan ketergantungan yang beroperasi pada tingkat yang berbeda. Ketergantungan menjadi istilah yang tepat untuk menggambarkan baik rokok maupun permainan daring. Setelah merasakan kenikmatan, penghentian menjadi suatu tantangan. Tidaklah mengherankan bahwa kecanduan permainan daring merusak area otak yang sama dengan dampak narkoba, yaitu korteks prefrontal. Kecanduan terhadap permainan online juga berpotensi mengurangi tingkat konsentrasi dan fokus seseorang. Akhirnya, penurunan kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas penting mengakibatkan tingkat produktivitas yang rendah. Waktu yang seharusnya dialokasikan untuk belajar dapat dengan mudah lenyap akibat terjerat dalam permainan daring. Terlebih lagi, aktivitas bermain sambil merokok hanya menambah keburukan tersebut. Sempurna!
Interaksi di kalangan remaja secara jelas menciptakan siklus pertemanan yang didasarkan pada kebiasaan serupa. Para perokok bagaikan magnet, mampu menarik minat teman untuk berpartisipasi kapan saja. Dimulai dengan satu hisapan, perjalanan ini berujung pada ketertarikan dan kepuasan yang mendalam. Keadaan semacam ini umum ditemukan di berbagai tempat. Anak-anak yang berada dalam fase pencarian identitas sering kali terjebak dan terseret oleh arus. Semakin luas lingkaran sosial mereka, semakin kuat pusaran yang terbentuk. Sungguh disayangkan apabila masa produktif terbuang pada hal-hal yang berpotensi merugikan di masa depan.
**Mempelajari Cara Mengelola Waktu**
Pagi ini, saya memperluas pengetahuan dengan menyaksikan sebuah video tentang seorang remaja di Amerika yang berhasil mendirikan bengkel truk. Pada mulanya, ia merupakan seorang pelajar yang terpaksa menghentikan pendidikan dan menunjukkan ketidakminatan yang jelas terhadap proses pembelajaran. Menariknya, orang tuanya memberikan kebebasan dalam memilih. Apakah Anda berniat melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah atau langsung memasuki dunia kerja? Pilihan yang tersedia, tentu saja, adalah berprofesi. Selanjutnya, sang ayah menekankan pentingnya membangun niat yang tulus untuk benar-benar berusaha. Dengan modal terbatas dari orang tuanya, ia berhasil mendirikan bengkel yang pada awalnya berukuran kecil. Seiring berjalannya waktu dan dedikasi belajar yang tak tergoyahkan, ia sukses memperluas bengkel serta menyewa lahan yang sangat luas. Pada usia remaja, ia sudah mampu menghasilkan ribuan Dolar tanpa intervensi orang tuanya. Dalam waktu luangnya, ia memanfaatkan kesempatan untuk mendalami ilmu perbengkelan serta mengembangkan jaringan dalam penyediaan suku cadang. Saat ini, dalam kurun waktu satu bulan, ia mampu mencapai angka ratusan ribu Dolar. Truk yang ia kelola dapat mencapai sekitar 30 unit per hari. Keunggulan yang dimilikinya terletak pada kecepatan proses yang lebih tinggi serta pelayanan yang unggul, semua itu ditawarkan dengan harga yang kompetitif tanpa mengesampingkan kualitas. Usia yang masih dalam kategori remaja memberi kesempatan baginya untuk bereksperimen dan memperluas pengetahuan. Ketekunan yang dimilikinya menciptakan peluang bisnis yang jarang dimanfaatkan oleh remaja seusianya. Seringkali, dengan waktu yang melimpah, anak-anak di fase remaja cenderung terjebak dalam arus yang ada. Sebagian besar cenderung terlibat dalam hubungan sosial yang berujung pada hasil yang tidak menguntungkan. Mengoptimalkan waktu bukanlah suatu tugas yang sederhana. Orang tua memainkan peran yang signifikan dalam mendidik anak mengenai konsep waktu dan cara yang tepat dalam memanfaatkan waktu.